Rothbard dan Treadmill of Production

254
Sumber Gambar: https://www.stockfreeimages.com/4484198/Black-and-white-industrial-factory-and-smoke.html

Artikel Dasar Libertarianisme kali ini diambil dari tulisan Baker Elkins di mises.org.* Dalam beberapa tahun terakhir, pembicaraan treadmill of production menjadi lazim terdengar dalam jagat digital bahkan merambah ranah kebijakan publik. Lebih dari itu, politisi latah memanfaatkan pandangan ini untuk merumuskan undang-undang baru. Padahal pandangan ini tidak luput dari kekurangan yang signifikan.

Teori Eko-Marxisme, seperti Treadmill of Production menyatakan dua kritik terhadap kapitalisme.  Pertama, ketidakterlibatan dalam lingkungan. Pandangan Eko-Marxisme melihat bahwa produksi dibawah kapitalisme modern membutuhkan sejumlah besar bahan material. Kasus yang digambarkan adalah terkait penggunaan energi atau bahan mentah yang dibutuhkan untuk memproduksi barang konsumsi dalam jumlah besar, yang menyebabkan penipisan dan pemborosan sumber daya yang besar.

Kritik yang muncul pada akhirnya mengerucut pada masalah kelangkaan. Bagi kapitalis, sejak awal tidak mengherankan bahwa penggunaan sumber daya akan mengurangi kuantitas yang ditawarkan, sedangkan Marxis melihat kelangkaan adalah sebagai hal yang baru. Oleh karena itu, kelangkaan adalah masalah yang jelas, tapi yang perlu diperjelas adalah bagaimana konsep Marxis mengelola kelangkaan? Jawaban ekonomi pasar adalah sederhana: sistem harga.

Rothbard dengan indah menjelaskan bagaimana harga mengelola kelangkaan. Hal pertama yang harus dikatakan tentang hal ini adalah bahwa di pasar bebas, terlepas dari ketatnya pasokan, tidak pernah ada “kekurangan”, yaitu, tidak pernah ada kondisi di mana pembeli tidak dapat menemukan persediaan yang tersedia dengan harga pasar. Di pasar bebas, selalu ada cukup pasokan yang tersedia untuk memenuhi permintaan. Mekanisme kliring adalah fluktuasi harga. Jika, misalnya, ada penyakit busuk dalam jeruk, dan pasokan jeruk menurun, maka ada peningkatan kelangkaan jeruk, dan kelangkaan tersebut “dijatah” secara sukarela kepada pembeli dengan kenaikan harga yang tidak dipaksakan, kenaikan yang cukup untuk menyamakan penawaran dan permintaan.

Bagaimana dengan kelangkan sumber daya alam? Penipisan sumber daya dalam ekonomi pasar memiliki perbaikan yang mudah dan pada akhirnya bukan masalah. Kenaikan harga suatu barang menghambat penggunaan barang tersebut dan mencegah barang tersebut habis. Naiknya harga suatu barang juga menciptakan peluang keuntungan bagi pengusaha untuk mencari alternatif barang tersebut. Sebaliknya, ekonomi marxis tidak memiliki penawaran untuk sumber daya milik pribadi, tidak ada harga, dan akibatnya tidak ada mekanisme kliring atau indikator kelangkaan.

Kritik kedua adalah pencemeran lingkungan. Eko-Marxisme mengatakan produksi modern sangat bergantung pada bahan kimia dan energi untuk mencipatakan barang konsumsi. Hal ini mengarah pada pencemaran lingkungan.

Menjawab pertanyaan tersebut adalah barangkali perlu melihat apa yang disalahpahami adalah bahwa polusi bukanlah masalah produksi, melainkan pembuangan sampah. Hal ini dikatakan oleh Walter Block: “Pada akarnya, semua pencemaran adalah pembuangan sampah dalam satu atau lain bentuk.”

Oleh karena itu, tidak ada yang salah dengan produksi yang mengakibatkan kelebihan bahan atau bahan kimia. Masalah intinya adalah bagaimana membuang  serta mengelola limbah yang diakibatkannya.

Jika polusi adalah masalah pembuangan sampah dan bukan masalah produksi itu sendiri, lalu apa yang harus disalahkan? Jawabannya adalah aspek hukum. Aspek hukum harus didorong untuk mampu melindungi dan menegakkan hukum terhadap pelanggaran pencemaran lingkungan.

Salah satu konsep inti dari libertarianisme adalah rule of law. Apa artinya? Setiap individu berada di bawah aturan hukum yang setara, dan tidak ada satu individu pun yang berada di atas hukum yang berlaku di dalam masyarakat. Pelanggaran yang terjadi menunjukkan bagaimana rule of law tidak berjalan dengan baik.

Akhirnya, menjadi penting untuk meluruskan pandangan-pandangan yang keliru, apalagi menyangkut ranah kebijakan publik. Gagasan libertarianisme adalah gagasan yang melihat bahwa hak setiap individu untuk memiliki dan menggunakan setiap buah hasil kerja keras. Libertarianisme melihat bahwa bekerja dan memproduksi barang-barang dan membawa manfaat bagi orang lain adalah kegiatan yang sangat baik dan mulia.

 

*Artikel ini diambil dari tulisan Baker Elkins yang berjudul “The Marxist Myth of “The Treadmill Production.” Link artikel: https://mises.org/wire/marxist-myth-treadmill-production Diakses pada 6 Februari 2022, pukul 14.00 WIB.