Resensi Film: Milada

621

Judul Film: Milada

Sutradara: David Mrnka

Tahun: 2017

Durasi: 130 menit

Studio: Loaded Vision Entertainment

 

Tanggal 7 Mei 1945 merupakan salah satu hari paling penting dalam sejarah Eropa. Di tanggal tersebut, rezim fasisme Nazi Jerman secara resmi mengumumkan untuk menyerah terhadap kekuatan sekutu, dan mengakhiri Perang Dunia II. Perang besar yang telah berlangsung selama enam tahun tersebut, dan memakan korban jiwa puluhan juta orang akhirnya selesai.

Puluhan ribu orang turun ke jalan merayakan kekalahan Nazi di berbagai kota di negara Eropa. Mereka akhirnya bisa kembali menikmati kebebasan mereka setelah selama bertahun-tahun diokupasi oleh tentara Hitler. Warga Eropa, khususnya mereka yang tinggal di wilayah Eropa Barat, akhirnya bisa kembali membangun negara mereka yang yang hancur karena perang dan melanjutkan hidup mereka kembali.

Namun, di hari bersejarah tersebut, bila negara-negara Eropa Barat bisa kembali menikmati kebebasan, lain halnya dengan saudara-saudara mereka yang berada di kawasan Eropa Tengah dan Eropa Timur, seperti Polandia, Hungaria, Bulgaria, dan Cekoslovakia. Setelah tentara Nazi yang merepresi mereka dengan kejam pergi, mereka kembali dikuasai oleh tentara Soviet yang ingin mengubah negara mereka menjadi negara komunis.

Untuk itu, tidak sedikit dari para aktivis dan pejuang di negara-negara Eropa Tengah dan Eropa TImur, yang sebelumnya berjuang melawan Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II, mereka tetap harus berjuang melawan tentara Soviet pasca perang selesai. Tidak jarang, para aktivis dan pejuang tersebut ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh rezim komunis yang dipasang oleh Uni Soviet yang menguasai negara mereka.

Salah satu aktivis dan pejuang tersebut yang paling dikenal adalah seorang pejuang hak-hak perempuan dan Hak Asasi Manusia asal Cekoslowakia bernama Milada Horakova. Horakova, yang berjuang melawan Nazi pada saat Perang Dunia II, harus menemui ajalnya di tiang gantungan kerena berani menentang kekuasaan rezim komunis di negaranya pasca perang berakhir. Kisah hidup Horakova yang luar biasa tersebut diabadikan dalam film yang berjudul Milada, yang digarap oleh sutradara asal Republik Ceko, David Mrnka.

Film yang dirilis pada tahun 2017 ini diawali dengan latar ibukota Cekoslowakia, Praha, pada tahun 1990, setelah rezim komunis yang berkuasa di negara tersebut selama lebih dari 40 bubar. Di kota tersebut, pemerintah Cekoslowakia memberlakukan program untuk membuka dokumen-dokumen yang selama ini dirahasiakan oleh rezim komunis. Salah satu dokumen tersebut adalah surat pribadi yang dituliskan oleh Malida untuk putrinya, Jana.

Flashback ke akhir dekade 1930-an di London, pada tahun tersebut Nazi Jerman sudah mengokupasi Cekoslowakia. Horakova berusaha meyakinkan rekan-rekannya bahwa okupasi Nazi terhadap Cekoslowakia adalah sesuatu yang buruk. Namun, peringatan Horakova tersebut tidak didengar dan diperayai oleh rekan-rekannya.

Kembali ke Cekoslowakia, selama Nazi berkuasa di negara tersebut, Horakova harus mendekam di kamp konsentrasi atas aktivitasnya bergabung dengan kelompok perlawanan Nazi di negaranya. Ia akhirnya berhasil bebas dari kamp tersebut setelah Nazi Jerman kalah oleh tentara sekutu di Perang Dunia II.

Setelah kekalahan Jerman, atas aktivismenya melawan Nazi, Horakova mendapat penghargaan Legion of Honour dari jenderal Prancis, Charles de Gaulle. Horakova juga akhirnya terpilih sebagai salah satu anggota Parlemen Cekoslowakia dengan membawa platform kebijakan untuk mengadvokasi kesetaraan dan hak-hak perempuan. Ia juga diajak oleh kawannya untuk bergabung dengan Partai Komunis, namun Horakova menolak.

Pada tahun 1948, Partai Komunis di Cekoslowakia melakukan kudeta dengan mendapat dukungan dari Uni Soviet, dan mengambil alih pemerintahan, merepresi, serta menangkap orang-orang yang dianggap melawan kekuasan mereka. Setelah mendapatkan kekuasaan, Partai Komunis di Cekoslowakia tetap bersikeras mengajak Horakova untuk bergabung, karena tingkat popularitas aktivis Hak Asasi Manusia tersebut masih tinggi, namun ia tetap bersikeras menolak. Horakova bahkan juga memutuskan untuk mengundurkan diri dari parlemen sebagai bentuk protes.

Milada dan juga kawan-kawannya yang menolak bergabung dan menentang kekuasaan rezim komunis akhirnya ditangkap oleh aparat keamanan pemerintah komunis Cekoslowakia. Selama ditahan, ia disiksa dan dipaksa untuk menandatangani dokumen dan membuat pengakuan palsu yang menyatakan bahwa ia adalah seorang pengkhianat yang ditugaskan oleh “kaum imperialis Barat” untuk menghancurkan pemerintahan komunis Cekoslowakia. Setelah berkali-kali menolak, Horakova akhirnya bersedia membuat pengakuan dan menandatangani dokumen tersebut setelah keluarganya diancam.

Di pengadilan, Horakova menyatakan, meskipun berdasarkan hukum yang dibuat oleg rezim komunis ia telah melakukan pelanggaran hukum, Horakova tetap bersikukuh bahwa yang ia lakukan adalah benar, dan ia juga menyatakan bahwa tidak ada satu pun orang yang berhak dihukum hanya karena memiliki pandangan yang berbeda. Aktivis hak perempuan tersebut akhirnya dinyatakan bersalah oleh pengadilan komunis Cekoslowakia, dan dijatuhi hukuman mati.

Berita mengenai vonis mati bagi Horakova sekejap langsung menjadi berita besar ke seluruh dunia. Berbagai tokoh menulis surat terbuka meminta pemerintahan komunis Cekoslowakia untuk membatalkan hukuman tersebut, diantaranya adalah fisikawan ternama Albert Einstein, mantan Perdana Menteri Britania Raya Winston Churchill, mantan Ibu Negara Amerika Serikat Eleanor Roosevelt, dan Filsuf Prancis Jean-Paul Sartre. Namun pemerintah Cekoslowakia menolak permohonan tersebut, dan Horakova dieksekusi dengan cara digantung di penjara Pankrac di Praha pada tanggal 27 Juni 1950. Setelah Horakova dieksekusi, suami dan putrinya pergi ke Amerika Serikat.

Pasca bubarnya Uni Soviet dan runtuhnya rezim komunis di Cekoslowakia di awal dekade 1990-an, berbagai tokoh yang menentang kekuasaan rezim komunis direhabilitasi, termasuk Milada Horakova. Pada tahun 1991, Presiden Cekoslowakia, Vaclav Havel, memberikan penghargaan Tomáš Garrigue Masaryk tingkat 1 kepada Horakova secara anumerta, yang merupakan penghargaan tertinggi di Cekoslowakia (Radio Prague International, 2000).

Sebagai penutup, kisah hidup dan perjuangan Horakova merupakan kisah yang luar biasa dan harus menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi kita semua. Horakova sepanjang hidupnya telah memperjuangkan kesetaraan dan kebebasan untuk berpikir bagi seluruh rekan-rekan senegaranya, baik laki-laki atau perempuan

Milada Horakova merupakan sedikit figur yang berani dan bersedia memberikan hidupnya untuk perjuangan melawan fasisme dan totalitarianisme, baik itu fasisme Nazi Jerman atau totalitarianisme pemerintahan komunis, hingga harus membayar hal tersebut dengan nyawanya sendiri. Melalui Milada Horakova, mudah-mudahan kita semua dapat belajar agar sentiasa memiliki keberanian untuk berani bersuara menentang berbagai bentuk ketidakadilan dan kesewenang-wenangan, oleh siapapun dan di manapun kita berada.

 

Referensi

https://english.radio.cz/milada-horakova-8070014 Diakses pada 22 September 2020, pukul 14.15 WIB.