Menunggu Komitmen KTT G20

    57
    Sumber gambar: https://www.indonesia.go.id/kategori/editorial/3461/indonesia-siap-jadi-tuan-rumah-ktt-g20

    Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akan dilaksanakan pada 15-16 November 2022 di Bali. Perhelatan ini menjadi tantangan sekaligus menjadi momentum untuk membangun kesepakatan dalam rangka merespon tantangan global yang sedang terjadi saat ini.

    Agenda KTT yang akan dilaksanakan pada tahun ini mengangkat tema “Recover Together, Recover Stronger”. Melalui tema tersebut, kerjasama dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama, serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan harus dilakukan. Tiga agenda yang akan dibahas dalam KTT ialah arsitektur kesehatan global, tranformasi digital, dan transisi energi

    Seperti diketahui, G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, yang terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa.  G20 merupakan representasi lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia yang terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa. Oleh karena itu, hal ini menjadi kekuatan untuk melahirkan kesepakatan yang strategis dalam menata dan menghadapi tantangan global saat ini (Kemenkeu.go.id, 20/2/2022)

    Tidak dapat dapat dipungkiri, bahwa tantangan saat ini dengan munculnya persoalan konflik perang, krisis di berbagai sektor, dan kondisi ekonomi global menjadi tantangan yang seyogyanya harus diberikan perhatian besar dalam perhelatan ini sebagai forum alternatif. Hal ini menjadi penting tatkala organisasi atau lembaga utama yang seharusnya mampu menyelesaikan persoalan-persoalan internasional belum mampu menunjukkan tajinya. Salah satu gambaran yang ada adalah persoalan yang saat ini muncul dalam eskalasi perang antara Rusia-Ukraina misalnya, telah menunjukkan fakta demikian. Hal ini diperparah oleh dampak yang diakibatkan oleh perang ini ke berbagai sektor, seperti ekonomi, sosial, dan politik yang berkepanjangan.  Hal ini tentu mengakibatkan kondisi global yang tidak stabil dan berdampak pada negara-negara di dunia.

    Padahal jika menilik lebih jauh, saat ini banyak negara-negara di dunia masih sedang menghadapi proses lepas dari jeratan bencana pandemi COVID-19 yang menyeruak dan menggerogoti struktur sosial di setiap negara. Proses perbaikan ini terasa sangat berat saat ditambah dengan kondisi eskalasai politik, terutama perang yang mengakibatkan kondisi  ini semakin berlarut dan memperparah kondisi setiap negara –negara yang terdampak akibat konflik tersebut.

    Seperti diketahui, bahwa kondisi ekononomi global menunjukkan adanya persoalan yang serius dan membutuhkan komitmen besar dalam situasi ini. Kondisi ekonomi global yang bisa dilihat dari adanya inflasi yang berdampak besar terhadap kondisi resesi global adalah persoalan yang serius. Kondisi ini terlihat dari kondisi, seperti kenaikan harga bahan pokok dan barang-barang, bahkan pemutusan hubungan Kerja (PHK) akibat perlunya tindakan rasionalisasi beberapa perusahan-perusahaan.

    Selain itu, sebagai forum yang sangat penting di dunia internasional dan mewakili kondisi baik geografi, geopolitik, dan demografi masyarakat dunia, KTT ini diharapkan juga mampu menyelesaikan persoalan tantangan isu perubahan iklim dunia. Fakta menggambarkan bahwa emisi dunia sebesar 75%  berasal dari negara-negara yang tergabung  G20. Tidak dapat dipungkiri juga negara anggota G20 adalah penyumbang mayoritas degradasi lingkungan, seperti deforestasi tinggi dari Argentina, Australia, Brasil, dan Indonesia. Komitmen dan perjuangan untuk total pada isu penyelesaian masalah masalah perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan harus digaungkan melalui terobosan-terobosan dalam pengelolaan berbagai sektor sumber daya alam dan industri negara-negara tersebut (Bisnis.com, 28/10/2022).

    Sebagai penutup, menjaga komitmen dan soliditas untuk menghasilkan komitmen besar dalam menghadapi persoalan dunia yang  kompleks menjadi sebuah kewajiban. Persoalan-persoalan yang ada seperti perang Rusia-Ukraina,  resesi ekonomi global, dan bencana iklim adalah persoalan yang kasat mata harus segera diatasi melalui terobosan-terobosan dalam KTT G20 tersebut.

     

    Referensi

    https://ekonomi.bisnis.com/read/20221028/9/1592399/opini-paket-bali-di-forum-ktt-g20. Diakses pada 13 Oktober 2022, pukul 20.00 WIB.

    https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-singkawang/baca-artikel/14747/Apa-itu-G20-dan-Manfaatnya-untuk-Indonesia.html  Diakses pada 13 Oktober 2022, pukul  22.00 WIB.