Manfaat Keterbukaan Perdagangan Internasional Bagi Ekonomi Negara

    499

    Dalam beberapa hari terakhir menjelang lebaran, viral pemberitaan mengenai hilangnya produk impor seperti pakaian, make up, hingga perlengkapan rumah tangga di platform Shopee.

    Menanggapi hal tersebut, pihak Shopee Indonesia menyatakan mereka tengah mengkaji ulang kebijakan terkait penjualan barang impor (cross border) yang dilakukan oleh pelapak asing. Namun, penutupan tersebut bukan karena kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Sebaliknya, kebijakan tersebut murni berasal dari perusahaan dalam rangka menciptakan ekosistem jual-beli yang nyaman bagi pembeli dan penjual di e-commerce Shopee (ekonomi.bisnis.com, 10/5/2021).

    Untuk meredam kekecewaan para pembeli yang terbiasa membeli produk impor di Shopee, Kepala Kebijakan Publik Shopee Indonesia mengatakan, produk yang disukai para pembeli juga dapat ditemukan di halaman Bangga Buatan Indonesia. Produk karya anak bangsa ini pun memiliki promosi gratis ongkir, diskon, dan voucher pilihan (ekonomi.bisnis.com, 10/5/2021).

    Namun, nyatanya banyak produk yang tidak ditemui di toko-toko lokal. Ada juga beberapa barang yang memang hanya dijual di luar negeri, sementara penjual lokal juga membeli barang tersebut untuk dijual kembali di tokonya. Hasilnya, kebijakan ini juga berdampak pada penjual tersebut. Lantas, sudah tepatkah kebijakan Shopee dalam hal menjaga ekosistem yang nyaman antara penjual dan pembeli?

    Saya mulai membaca tentang autarki produk, kebijakan proteksionis, dan mengambil sikap yang berseberangan dengan apa pun yang berhubungan dengan agresi, intervensi, termasuk dalam sektor ekonomi, karena saya sendiri menjunjung tinggi prinsip NAP (Non-aggression principle).

    Sama halnya dengan swasembada pangan, kebijakan baru di Shopee ini juga bisa dikategorikan sebagai tindakan autarki. Autarki mungkin disebabkan oleh isolasi ekonomi atau keadaan eksternal di mana suatu negara atau entitas lain beralih ke produksi lokal ketika tidak memiliki mata uang atau kelebihan produksi untuk berdagang dengan dunia luar.

    Dalam kasus ini, Shopee juga melindungi produk dalam negeri dengan menawarkan platform khusus dengan nama ‘Bangga Buatan Indonesia’ demi kepentingan perekonomian domestik yang singgah di platform mereka.

    Metode autarki dipeluk oleh berbagai ideologi dan gerakan politik, sebagian besar dari sayap kiri seperti sosialisme Afrika, mutualisme, sosialisme dewan, sindikalisme (terlebih anarko-sindikalisme), dan populisme kiri. Metode ini digunakan secara temporer dengan batasan tertentu oleh gerakan nasionalis, konservatif, Restorasi Meiji, Juche, dan konservatisme tradisionalis (media.neliti.com, 2001).

    Memang, kelebihan dan kekurangan autarki perdagangan ini telah lama diperdebatkan di kalangan kebijakan nasional maupun internasional. Seperti yang disebutkan oleh Jennifer Clapp dalam jurnalnya, secara historis, pemerintah atau perusahaan nasional memprioritaskan autarki sebagai sarana utama untuk menjaga keamanan nasional. Kemandirian produk dapat mengisolasi negara-negara dari gangguan pasokan internasional yang mungkin timbul dalam konteks perang atau ketegangan politik, kekurangan produksi di negara lain, atau kenaikan harga bahan baku yang tiba-tiba dan tajam (FAO, 1996).

    Autarki produk juga dilihat oleh banyak negara sebagai tujuan politik yang penting. Tidak hanya sebagai strategi untuk membangun national pride, tetapi juga sebagai sarana untuk mengurangi kerentanan di panggung politik dunia yang berasal dari ketergantungan berlebihan pada negara-negara lainnya untuk pasokan kunci.

    *****

    Dalam wacana perekonomian suatu negara, salah satu isu yang paling esensial adalah pertumbuhan ekonomi. Meskipun ada juga wacana lain seperti pengangguran, inflasi, kemiskinan, pemerataan pendapatan dan lain sebagainya. Pertumbuhan ekonomi menjadi penting dalam konteks perekonomian suatu negara karena dapat menjadi acuan pencapaian ekonomi negara tersebut.

    Salah satu hal yang dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi adalah perdagangan internasional. Ketika perdagangan internasional menjadi isu utama, tentunya perpindahan modal antar negara menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.

    Perpindahan modal khususnya untuk investasi langsung diawali dengan adanya perdagangan internasional. Terjadinya perdagangan internasional yang berupa ekspor dan impor akan memunculkan kemungkinan untuk memindahkan tempat produksi.

    Peningkatan ukuran pasar yang semakin besar yang ditandai dengan peningkatan impor suatu jenis barang pada suatu negara akan memunculkan kemungkinan untuk memproduksi barang tersebut di negara importir. Kemungkinan itu didasarkan dengan melihat perbandingan antara biaya produksi di negara eksportir ditambah dengan biaya transportasi dengan biaya yang muncul jika barang tersebut diproduksi di negara importir. Jika biaya produksi di negara eksportir ditambah biaya transportasi lebih besar dari biaya produksi di negara importir, maka investor akan memindahkan lokasi produksinya di negara importir

    Selain itu, keterbukaan impor pada perdagangan internasional akan mendorong spesialisasi produk dan kenaikan investasi surplus. Dalam kasus constant-cost, akan terjadi spesialisasi produksi yang penuh, sedangkan dalam kasus increasing-cost terjadi spesialisasi yang tidak penuh. Yang perlu diingat di sini adalah spesialisasi itu sendiri tidak membawa manfaat kepada masyarakat kecuali disertai kemampuan menukarkan hasil produksinya dengan barang-barang lain yang dibutuhkan dengan negara lain.

    Intinya, spesialisasi ditambah perdagangan bisa meningkatkan pendapatan riil masyarakat, tetapi spesialisasi tanpa perdagangan mungkin justru menurunkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pendapatan riil yang lebih tinggi, negara tersebut mampu untuk menyisihkan dana sumber-sumber ekonomi yang lebih besar untuk investasi.

    Menurut Adam Smith, perdagangan luar negeri membuka akses pasar baru yang lebih luas bagi hasil-hasil di dalam negeri. Produksi dalam negeri yang semula terbatas karena terbatasnya pasar di dalam negeri, sekarang bisa diperbesar lagi. Sumber-sumber ekonomi yang semula menggangur, sekarang dapat memperoleh vent untuk bisa dimanfaatkan (bbs.binus.ac.id, 16/6/2017).

    Inti dari konsep vent for surplus adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terangsang oleh terbukanya daerah pasar baru. Sebagai contoh, suatu negara yang kaya akan tanah pertanian tetapi penduduk relatif sedikit. Sebelum melakukan perdagangan dengan luar negeri secara terbuka, negara tersebut hanya menghasilkan bahan makanan yang cukup untuk menghidupi penduduknya dan tidak lebih dari itu.

    Banyak tanah yang sebenarnya subur dan cocok bagi pertanian dibiarkan tak terpakai. Dengan adanya kontak dengan pasar global, negara tersebut mulai menanam komoditas ekspor sesuai standar global dengan memanfaatkan tanah pertanian yang menganggur tersebut. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi di negara dan pendapatan penduduk tersebut meningkat.

    Salah satu dampak keberhasilan perdagangan bebas di Indonesia adalah melalui pemberlakuan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA). Selama 20 tahun belakangan ini, perdagangan Indonesia mengalami peningkatan secara fluktuatif. Tetapi terjadi penurunan pada tahun 1998 sebesar 26,92 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena adanya krisis ekonomi di Indonesia dan efeknya terhadap perdagangan. Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia pada saat itu menyebakan nilai tukar Indonesia terdepresiasi dan neraca perdagangan menjadi defisit karena impor Indonesia lebih tinggi daripada ekspor. Namun, perdagangan indonesia meningkat lagi di tahun 2000 sebesar 47,33 persen. Pada tahun 2011, setelah menerapkan ACFTA perdagangan Indonesia meningkat secara fluktuatif dibandingkan sebelum ACFTA diterapkan (media.neliti.com, 2001).

    Autarki produk bukan gambaran dari ketahanan produk lokal, meskipun keduanya memiliki hubungan yang penting. Konsep ketahanan produk tidak mempertimbangkan sumber atau kapasitas suatu negara untuk memproduksi barangnya, selama itu tersedia, aksesibel, bernilai, dan stabil. Sementara, autarki produk atau pembatasan impor lebih terfokus pada pilar ketersediaan (seperti suplai) dan mementingkan sumber bahan bakunya atau kapasitas domestik untuk memproduksi produk dalam kuantitas yang terbilang cukup.

    Tujuan orang untuk berdagang adalah profit, tetapi penggerak yang lebih besar adalah persaingan. Pada tingkat aktor individu dalam sistem ekonomi, penjual, pengaruh utama perdagangan adalah persaingan. Kompetisi mendorong mekanisasi dan transformasi struktural dari sektor perdagangan, kompetisi membuat para penjual perlu mengeksternalisasi biaya untuk tenaga kerja, biaya admin atau iklan, dan sebagainya.

    Kompetisi, keterbukaan pasar dan impor akan membuahkan produksi yang lebih baik. Konsumen bisa membandingkan harga. Variabel produk yang tersedia di e-commerce semakin banyak. Persaingan yang ada juga akan mendorong para penjual untuk menekan kapasitas produksi demi kualitas yang dihasilkan.

     

    Referensi

    https://bbs.binus.ac.id/ibm/2017/06/teori-perdagangan-internasional-ii/ Diakses pada 17 Mei 2021, pukul 18.00 WIB.

    https://ekonomi.bisnis.com/read/20210510/12/1392527/viral-barang-impor-tak-bisa-dibeli-ini-penjelasan-shopee Diakses pada 14 Mei 2021, pukul 21.30 WIB.

    https://media.neliti.com/media/publications/284153-dampak-asean-china-free-trade-agreement-3c355ab1.pdf Diakses pada 17 Mei 2021, pukul 21.00 WIB.

    http://www.fao.org/3/w2612e/w2612e12.htm Diakses pada 16 Mei 2021, pukul 22.00 WIB.