Libertarianisme dan Aktivitas Kontra-Ekonomi

    347

    Libertarianisme selama ini kerap diidentikan sebagai ideologi yang mengawang-ngawang, tidak memiliki bentuk praksis, dan hanya berisi sekumpulan junkies anti pajak. Padahal, libertarianisme pada dasarnya memiliki posisi ideologis yang unik, namun terkadang membingungkan. Misalnya, bagaimana sekumpulan pria kulit putih Amerika Serikat yang mengaku sebagai libertarian dan dengan bangga menenteng Gadsden Flag justru ada di tengah demonstrasi para anggota Partai Republik yang konservatif, religius dan pastinya ultranasionalis.

    Selain itu, kerapkali saya juga menemui komentar dari seseorang yang mengaku sebagai libertarian namun dengan pengeculian. Misalnya, “Saya libertarian secara ekonomi, namun konservatif secara sosial”. Ini adalah sebuah pernyataan aneh yang sukses membuat saya tertawa.

    Libertarianisme memiliki sejarah panjang yang berakar dari perlawanan terhadap para tiran di beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Inggris. Istilah libertarianisme pun lekat dengan gerakan anarkis kiri. Di Amerika Serikat, istilah libertarianisme dipopulerkan oleh Benjamin Tucker, seorang anarkis individualis ternama yang mengadvokasi pasar bebas pada era 1870-an (Libertarianism.org, 3/10/2018).

    Namun, terjadi pergeseran besar dalam politik libertarianisme Amerika Serikat pada dekade 1950-an, di mana para liberal klasik mulai menyebut diri sebagai libertarian, dan menjadi semakin bergeser ke “kanan” usai dipopulerkan oleh tokoh libertarian seperti Murray Rothbard. Perdebatan pun mengelilingi perjalanan gerakan politik libertarian yang menghasilkan “pembelahan” dalam spektrum politik libertarian, antara libertarian kiri dan libertarian kanan (Libertarianism.org, 3/10/2018).

    Saya tidak tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai pembelahan ini karena bukan itu yang ingin saya bahas. Kita akan kembali lagi ke masa depan, teori dan ideologi hanya akan menjadi tumpukan kertas dan onani ideologis para pengikutnya jika ia tidak coba direalisasikan.

    Nah, sekarang timbul sebuah pertanyaan sederahana yang rumit untuk dijawab, bagaimana praksis libertarianisme? Para Maois menciptakan perang rakyat revolusioner berkelanjutan, para liberal memenuhi jalanan dengan poster-poster konyol, dan anarkis sibuk melempari mobil polisi dengan molotov. Bagaimana dengan libertarianisme? Apa yang bisa kita lakukan?

    Ada jawaban singkat, yaitu saat apapun menjadi ilegal, maka segalanya bisa menjadi bentuk perlawanan. Namun, jawaban ini nampak lebih seperti puisi alih-alih penjelasan. Maka, saya akan sedikit menjabarkan jawaban singkat di atas. Dalam pembahasan mengenai teori-teori libertarianisme, kita mungkin tidak akan asing dengan orang-orang seperti Rothbard, Ayn Rand, dan lain sebagainya.

    Namun, ada satu nama yang mungkin kurang populer padahal merupakan seorang teoritikus handal utamanya dalam menciptakan ide-ide bentuk praksis bagi gerakan libertarian, yaitu Samuel Edward Konkin III atau yang biasa disebut sebagai SEK III yang juga populer sebagai Bapak Agorisme. Konkin membagi pasar menjadi tiga jenis, yaitu pasar gelap, pasar abu-abu, dan pasar putih. Pasar putih adalah aktivitas pasar atau ekonomi yang kita kenal saat ini, sebuah aktivitas ekonomi yang direstui dan diawasi bahkan diikuti oleh negara (c4ss.org, 21/7/2021).

    Konkin dan banyak agoris beranggapan bahwa pasar yang terjadi dalam pasar putih ini bukanlah pasar bebas karena negara memiliki kontrol di dalamnya. Maka, Konkin menyarankan aktivitas kontra-ekonomi sebagai bentuk perlawanan terhadap tirani negara dalam pasar (Suarakebebasan.id, 22/9/2020).

    Bagaimana kontra-ekonomi ini dilakukan? Yakni dengan dengan menciptakan pasar sendiri yang lepas dan resisten dari tangan negara, alias bentuk-bentuk aktivitas pasar gelap dan abu-abu. Situsweb agorism.info mendefinisikan kontra-ekonomi sebagai “segala tindakan yang bersifat non-agresif yang dilarang oleh negara”, dan ia mencakupi berbagai kegiatan seperti perdagangan gelap, pembangkangan sipil, asosiasi bebas, penolakan terhadap pajak, dan aturan-aturan yang memaksa (agorism.info, tanpa tahun).

    Filsafat agorisme menekankan pada praktek ide-ide libertarian, Konkin menyadari bahwa tangan negara dalam pasar hanya akan menghadirkan kekacauan dan ketidaksetaraan yang otomatis menghilangkan kebebasan. Untuk itu, ia mengajarkan strategi untuk membuat negara “kelaparan”, dengan mengorganisir aktivitas pasar gelap dan pasar abu-abu, pembangkangan sipil, penolakan pajak, dan berbagai kegiatan yang dapat membuat negara kehilangan kekuatan ekonominya (vizal.medium.com, 13/3/2020).

    Ada berbagai tindakan yang dapat digunakan sebagai praksis libertarianisme yang berasal dari gagasan agorisme. Beberapa diantaranya adalah; membangun organisasi, lingkar studi, hingga partai (bisa diperdebatkan) libertarian, membangun lembaga dan bisnis kontra-ekonomi, memenuhi pasar gelap dan abu-abu dan mengosongkan pasar putih, menggunakan mata uang crypto, membangun komunitas yang disengaja seperti squatting dan guerilla gardening, menerbitkan literatur, menciptakan alternatif otonom untuk berbagai lembaga seperti sekolah, keadministrasian, kesehatan, dan pertahanan mandiri (c4ss.org, 20/8/2021).

    Kita tidak perlu untuk membuat semua orang menjadi libertarian melalui khotbah politik. Kita perlu memulai praksis sederhana yang akan semakin berkembang, dan orang-orang akan terlibat didalamnya, jika mereka merasa apa yang dilakukan oleh para libertarian lebih menarik dan berguna daripada yang dilakukan otoritas. Pertanyaan yang sangat penting untuk diajukan selanjutnya adalah, seberapa besar kita menginginkan kebebasan? Dan seberapa besar yang sudah kita lakukan untuk mencapainya?

     

    Referensi

    Agorism: Revolutionary Market Anarchism http://agorism.info/ Diakses pada 31 Oktober 2021, pukul 10.12 WIB.

    Menuju Pembentukan Aliansi Agoris-Sindikalis https://c4ss.org/content/55086 Diakses pada 12 Oktober 2021, pukul 01.00 WIB.

    Otonomi dan Aksi https://c4ss.org/content/55208 Diakses pada 12 Oktober 2021, pukul 15.00 WIB.

    https://www.libertarianism.org/columns/libertarianism-then-now Diakses pada 11 Oktober 2021, pukul 21.00 WIB.

    https://suarakebebasan.id/agorisme-illegalisme-dan-counter-economics/ Diakses pada 13 Oktober 2021, pukul 20.00 WIB.

    https://vizal.medium.com/merobohkan-kuasa-negara-dengan-menukil-barang-dagang-adc729d9af1 Diakses pada 13 Oktober 2021, pukul 20.00 WIB.