Dalit dan Sistem Kasta di India

    1200

    India merupakan salah satu negara dengan sistem stratifikasi berdasarkan kasta yang sangat kuat. Hal ini tentunya memiliki dampak pengaruh yang signifikan terhadap kebebasan sipil di negara tersebut. India merupakan negara di Asia yang terkenal dengan sistem kesenjangan sosialnya tinggi di mana pemisahan kasta yang begitu mencolok

    Di India terdapat 4 kasta yaitu  Brahmana, Ksatria, Waisya, Sudra dan 1 sub-kasta yang terkucilkan, biasa disebut “Untouchables” atau Dalit. Dalit merupakan kasta terendah di India, di mana orang yang berasal dari kasta ini tidak akan diterima di dalam masyarakat kasta yang lebih tinggi, bahkan mereka dilarang untuk mendapatkan akses pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta upacara kematian yang layak (hrw.org, 2001). Isu tentang kasta yang sangat sulit dihapuskan di negara ini menjadi daya tarik tersendiri bagi saya dalam membahas kebebasan sipil yang terjadi di India.

    Di zaman yang modern ini, sudah banyak penghapusan kelas yang bertujuan untuk menyamaratakan hak-hak dan kebebasan di banyak negara, yang tidak lagi membeda-bedakan dan memandang rendah suatu kelas. Tetapi di India, hal ini masih tetap berlaku. Diskriminasi terhadap kasta Dalit lebih banyak terjadi di pedesaan, berbeda dengan di perkotaan yang sudah mulai berkurang karena adanya larangan dari pemerintah guna mengembalikan hak-hak sipil yang awalnya ditemukan oleh kasta tinggi terhadap kasta Dalit. Kasta Dalit selalu diperlakukan tidak adil atau mendapat diskriminasi dari masyarakat, baik dalam pekerjaan dan mendapat upah yang rendah. Orang yang berasal dari kasta Dalit akan mendapatkan pekerjaan yang tidak layak, seperti pemulung kotoran manusia yang dilakukan secara langsung tanpa menggunakan pelindung kesehatan.

    Hal itu wajar di masyarakat karena pekerjaan ini sudah sejak lama dan resmi diperuntukkan kepada kasta Dalit. Ketika orang yang berasal dari kasta ini banyak terkena penyakit asma dan juga malaria yang dikarenakan hidup di lingkungan yang kumuh, mereka sama sekali tidak mendapatkan layanan kesehatan. Di sisi lain, mereka harus bekerja di tengah kondisi tidak sehat. Dan jika tidak bekerja mereka tidak akan. Hal tersebut menimbulkan kematian karena faktor kelaparan juga. Selain karena faktor pekerjaan, upah yang rendah dan tidak mendapat layanan kesehatan, ada masalah lain yang membuat saya semakin ingin mengupas tentang ini. Hal lain yang lebih memprihatinkan adalah, adanya perbudakan terhadap kasta ini dalam bentuk prostitusi anak-anak, perdagangan manusia untuk dijadikan “budak seks” dalam industri film porno dan juga kerja paksa (tirto.id, 6/1/2018).

    Dalam kasus ini, banyak hak-hak yang dilanggar. Beberapa diantaranya adalah hak untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan setara dengan masyarakat lainnya, hak untuk mendapatkan upah yang pantas guna memenuhi kebutuhan hidup, hak untuk mendapatkan kesehatan, hak untuk terlindung dari penyiksaan dan perbudakan, hak untuk berpendidikan serta hak untuk dipandang sama rata dengan yang lain. Semua hak itu telah dilanggar baik oleh pemerintah dan oleh masyarakat India terhadap masyarakat yang berasal dari kasta Dalit (chepetrusputut.wordpress.com, 25/8/2016).

    India merupakan salah satu negara dengan pekerja anak terbesar di dunia, yakni sepertiga dari 80 juta pekerja anak di dunia. Rata-rata perbudakan anak tersebut berasal dari keluarga miskin dan kasta terendah di India. Ada sekitar 16,6%. persen warga kasta Dalit terbuang dan pengucilan hampir di seluruh populasi di India di tahun 2011 (bbc.com, 19/11/2019).

    Bahkan, tidak ada yang mau menyentuh atau berinteraksi dengan kasta ini. Ada satu contoh  di mana ketika salah satu suku Dalit datang ke perkotaan dan mereka pergi ke suatu restoran untuk memesan minum. Lalu, ia berkata kepada pelayan kalau dia adalah seorang Dalit, pelayan tersebut langsung melempar gelas yang dibawanya dan menyuruh orang dari kasta Dalit tersebut membersihkan dan mencuci sendiri gelas yang telah ia pegang (tirto.id, 6/1/2018).

    Begitu kejamnya sistem kasta yang ada di India membuat Pemerintah India menetapkan undang-undang larangan diskriminasi terhadap kasta Dalit. Namun, praktik sosial dalam masyarakat masih nol, mereka tetap menganggap Dalit adalah kasta yang kotor dan tidak pantas diterima di masyarakat (tirto.id, 6/1/2018).

    Saya juga beranggapan kalau ini merupakan masalah yang serius, melihat adanya ketimpangan sosial yang begitu buruk sudah menjadi budaya di India. Bila seseorang berasal dari kasta yang tinggi atau kasta yang menguasai sumber daya, maka ia menjadi penguasa dan menutup akses sosial, politik, pemerintahan dan juga ekonomi terhadap kasta yang tidak memiliki sumber daya. Hal ini membuat kesempatan untuk kasta terendah keluar dari kesengsaraannya semakin kecil. Suatu kasta terbentuk karena adanya kesenjangan ekonomi antar masyarakat, Karena kelas akan selalu ada jika kasta teratas terus menguasai dan mengeksploitasi kasta terendah menjadi budak, akhirnya permasalahan ini akan terus terjadi tanpa ada jalan keluarnya (hrw.com, 2001).

    Diskriminasi yang terjadi secara terus-menerus selama bertahun-tahun tersebut  telah melahirkan kemiskinan yang berkepanjangan dalam masyarakat Dalit. Warga Dalit di berbagai pelosok yang ada di India rata-rata berada di kelas sosial rendah atau dalam garis kemiskinan. Salah satu cara mereka mengubah kehidupannya adalah dengan pendidikan tinggi sehingga mereka dapat memperbaiki kehidupannya. Namun, tetap saja cara ini belum sepenuhnya berhasil secara merata di seluruh masyarakat Dalit (tirto.id, 6/1/2018).

    Jangankan pendidikan, untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mereka masih serba kekurangan. Kondisi seperti ini berlaku  ejak mereka lahir, dengan perlakuan tidak adil dalam masyarakat tetapi masalah ini belum dapat dipecahkan dan tidak dapat dihapuskan secara mudah akibat sudah membudaya dalam kehidupan masyarakat India mengenai tingkatan kelas.

    Dari kasus di atas, dapat disimpulkan bahwa kasus yang berkaitan dengan tidak adanya hak-hak kebebasan untuk masyarakat sipil, telah menjadi permasalahan yang serius dan banyak terjadi di negara-negara yang belum demokrasi seperti India. Misalnya, hak kebebasan yang seharusnya diberikan menyeluruh ke semua masyarakat, tidak terjadi pada kasta Dalit di India. Hak-hak seperti hak mendapatkan pekerjaan yang layak, hak mendapatkan upah yang setara, hak hidup sehat, hak berpendidikan, hak dipandang setara di depan hukum dan masyarakat lainnya, serta hak untuk terbebas dari penyiksaan dan juga perbudakan (Suara Kebebasan, 2019).

    Hak-hak tersebut belum didapatkan oleh masyarakat kasta Dalit selama bertahun-tahun. Saya sebagai penganut paham libertarianisme dan liberalisme sangat menentang keras adanya penindasan yang dilakukan masyarakat-masyarakat kelas tinggi terhadap masyarakat-masyarakat kelas rendah di India. Menurut saya, kasta Dalit berhak untuk mendapatkan hak-haknya dan bebas dalam menentukan pekerjaan mana yang akan mereka lakukan. Oleh karena itu, saya menulis ini guna menyuarakan hak-hak kasta Dalit yang perlu untuk dibebaskan dan mendapatkan hak-hak mereka sebagai umat manusia.

     

    Referensi

    Buku

    Suara Kebebasan. 2019. Libertarianisme: Perspektif kebebasan atas kekuasaan dan kesejahteraan. Jakarta: Suara Kebebasan

     

    Internet

    https://www.bbc.com/indonesia/majalah-50472852 Diakses pada 11 Januari 2021, pukul 01.25 WIB.

    https://chepetrusputut.wordpress.com/2016/09/18/483/ Diakses pada 11 Januari 2021, Pukul 08.48 WIB.

    https://www.hrw.org/reports/2001/globalcaste/caste0801-03.htm Diakses pada 29 Januari 2021 pukul 14.44 WIB.

    https://tirto.id/bagaimana-rasanya-jadi-kasta-terendah-di-india-cCPe Diakses pada 10 Januari 2021, pukul 13.54 WIB.