Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap sebuah program yang dilakukan adalah hal yang sangat penting. Hal itu diperlukan skema dan model yang tepat agar program bisa diukur dan dapat dilihat pencapaiannya, sehingga keberhasilan dari program bisa diketahui.
Webinar Atlas Network kali ini akan membahas bagaimana matriks berguna dalam melakukan pemantauan dan evaluasi program. Pembicara dalam webinar ini adalah Luis Loria, presiden dan pendiri IDEAS Lab, Kosta Rika. Loria menyelesaikan studi doktoral di Graduate School of Business Administration, Harvard University. Selama di Harvard, ia berkolaborasi dalam proyek-proyek yang berhubungan dengan praktik kepemimpinan di Harvard Kennedy School dan manajemen pengetahuan di Institut Teknologi Massachusetts (MIT).
Loria mengumpulkan lebih dari dua puluh tahun pengalaman sebagai konsultan senior, baik untuk publik maupun pemimpin sektor swasta, termasuk otoritas pemerintah di lebih dari belasan negara di Amerika Latin. Dia telah berkolaborasi dengan entitas publik, swasta, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam topik yang terkait dengan Kebijakan Publik, Ekonomi Terapan, Promosi Investasi, Daya Saing dan Inovasi.
Loria bercerita bagaimana IDEAS Labs adalah lembaga sosial, politik, dan laboratorium inovasi regulasi yang berbasis di Kosta Rika menjalankan peran dalam berbagai macam hal. Ia menjelaskan bahwa IDEAS telah memiliki dampak positif pada kehidupan masyarakat melalui desain strategis untuk implementasi swasta dan solusi publik untuk masalah sosial, politik, dan masalah regulasi.
Salah satu hal yang penting untuk melakukan hal tersebut adalah dengan model impact acceleration framework yang disusun oleh IDEAS: Pertama, dengan memastikan definisi dan persoalan yang akan dihadapi oleh organisasi. Kedua, menyusun desain solusi dan membuat proposal terkait dengan hal apa yang akan digunakan untuk menghadapinya. Ketiga, membuat strategi pelaksanaan untuk kelompok kunci pembuat keputusan dan memobilisasi opini publik dengan dilakukan serta memperhatikan umpan balik dan penyesuaia terhadap kondisi.
Matriks yang dipilih untuk setiap proyek bergantung pada target pecapaian. Oleh karena itu, secara spesifik, untuk setiap proyek, perlu dilakukan dengan mendefinisikan luaran tertentu dan menetapkan matriks yang akan memungkinkan untuk menunjukkan bahwa ada kemajuan menuju pencapaian yang diusulkan melalui keluaran dan hasil.
Loria bercerita, bahwa IDEAS melakukan satu proyek terkait dengan kebijakan pensiun jabatan di Kosta Rika yang diatur oleh negara. Pensiun ini harus dihilangkan karena menciptakan ketidakadilan, tidak bermoral, dan skema pensiun ini tidak bisa diterima karenaa pensiun mengambil lebih banyak dari kontribusi yang diberikan pendapatnya, mengingat pelaksanaannya diambil dari penarikan pajak masyarakat umum. IDEAS menyebutkan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk legal plunder dan bertentangan dengan Pasal 73 dari konstitusi yang mengatakan bahwa hanya ada satu skema pensiun. Selain itu, sejak awal bahwa pensiun jabatan ini adalah merupakan masalah yang besar yang mengambil porsi 10 persen dari anggaran pemerintah pusat.
Melalui hal itu, IDEAS berhasil mendorong opini publik dengan mengumpulkan 50 ribu orang tanda tangan petisi publik untuk menghilangkan pensiun dan kampanye melalui tautan media sosial lainnya. Selanjutnya, opini publik itu diikuti dengan melakukan reformasi pengaturan pensiun jabatan dan disetujui oleh lima partai politik terbesar untuk dilakukan perubahan undang-undang. Bahkan, presiden bersedia untuk menanggalkan pensiun jabatan tersebut.
Dari cerita di atas, pelajaran yang dapat diambil adalah penting untuk menggunakan matriks sebagai sarana untuk melakukan evaluasi dan monitoring kerja advokasi yang dilakukan. Pengalaman IDEAS memberikan salah satu contoh kerja lembaga di mana permasalahan kebijakan publik yang ada harus dikelola dengan baik untuk memaksimalkan dampak positif dari kerja-kerja yang dilakukan organisasi.

Galang Taufani adalah Managing Editor di Suara Kebebasan. Galang adalah lulusan program Sarjana Hukum (2013) dan Magister Hukum (2016) di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Sebelum bergabung di Suara Kebebasan, Galang pernah bekerja sebagai wartawan, peneliti, dan dosen sejak tahun 2013. Galang menulis banyak karya berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Bidang yang digeluti olehnya, yaitu adalah bidang Hukum, Kebijakan Publik, Pajak, Filsafat, dan Sastra.