Cerita Tentang Kerja Atlas Network dan Mitra Jaringan: Reformasi pajak yang memberdayakan perempuan

85
Sumber: https://www.atlasnetwork.org/stories/a-tax-reform-empowering-women

Cerita kali ini mengangkat kerja Atlas Network dan mitra jaringannya di Peru dalam memperjuangkan kebebasan. Galang Taufani, Editor Pelaksana Suara Kebebasan, mengangkatnya dari portal Atlas Network.*

Kios buah-buahan berwarna-warni berjejer di jalan-jalan, aroma berbagai macam rempah memenuhi udara, taksi bersliweran sepanjang jalan yang penuh sesak, dan para pedagang bergegas membuka toko untuk pelanggan yang antusias. Ini adalah kondisi Mercado Mayorista, pasar yang terletak di jantung Provinsi Cañete, 70 mil di luar Lima, Peru.

Di sinilah Verónica Canales memulai bisnis kecilnya—toko perangkat keras bernama Distribuidora Central. Sebagai perempuan, Veronica tahu dia harus bekerja dua kali lebih keras untuk masuk ke industri yang secara tradisional didominasi oleh laki-laki, dan rintangan peraturan hanya menambah beban, tetapi keterampilan kewirausahaannya membantu mengatasi masalahnya dan begitu juga mitra Jaringan Atlas hadir membantu untuk mengadvokasinya.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa bisnisnya memiliki tantangan aturan pemerintah yang memberatkan. Selama bertahun-tahun, pemerintah mewajibkan pemilik bisnis untuk membayar pajak jauh sebelum mereka mendapatkan keuntungan dari penjualan produk mereka.  Dengan demikian, mustahil untuk menghasilkan pendapatan tetap saat memulai bisnis. Sistem ini begitu kompleks sehingga menyebabkan banyak bisnis yang beroperasi secara ilegal atau menolak untuk berekspansi untuk menghindari beban keuangan yang berat yang dibebankan oleh ekonomi formal kepada mereka dari negara.

Karena tantangan seperti ini, Veronica tidak pernah membayangkan dia bisa memulai bisnisnya sendiri. Sampai dirinya bertemu dengan José Ignacio Beteta dan organisasinya, Asociación de Contribuyentes del Per, pengawas pembayar pajak yang berbasis di Lima, yang merupakan mitra Jaringan Atlas yang berdedikasi untuk membantu orang-orang seperti Verónica.

Beteta dan timnya di Asociación de Contribuyentes del Per telah melihat secara langsung bagaimana para pengusaha berjuang dengan masalah pajak, dan mereka turun tangan untuk membantu. Mereka menganjurkan solusi sederhana dan efektif yang dapat membantu pemilik usaha kecil seperti Verónica.

Veronica menjelaskan bahwa untuk usaha kecil, membayar pajak adalah beban besar. Selain itu, bukan hanya karena beberapa pajak yang berlebihan saja, tetapi karena proses pembayaran yang sulit dan melelahkan.

Setelah bertahun-tahun duduk di meja dengan para pembuat keputusan dan mendiskusikan topik, reformasi, dan rekomendasi. Lembaga think tank Beteta menjadi suara bagi usaha kecil yang menjadi korban pengaturan pajak tersebut. Akhirnya, Pemerintah Peru memutuskan untuk membiarkan pemilik bisnis membayar pajak mereka setelah mereka menerima pembayaran untuk produk mereka.

Diberdayakan oleh reformasi ini, Verónica berpartisipasi dalam “Impulsa Per”, sebuah program yang dipromosikan oleh tim José yang berfokus pada pemberdayaan usaha kecil dan perusahaan rintisan dengan membantu mereka menavigasi sistem pajak. Dia memanfaatkan sepenuhnya kesempatan itu dan menggunakan pengetahuannya tentang produk, klien, dan pemasok untuk membuka etalase kecilnya di tahun 2017.

Meskipun reformasi pajak ini tampak seperti solusi yang jelas dan sederhana, hal ini telah mengubah kehidupan banyak pemilik bisnis saat ini dan yang bercita-cita tinggi di Peru. Berkat kerja Asociación de Contribuyentes del Per, Verónica dan pemilik usaha kecil lainnya berkembang dalam iklim yang lebih ramah bisnis. Dan Mercado Mayorista—tempat berdirinya toko bunga, toko mainan, toko daging, pemasok perangkat keras, dan lusinan usaha kecil—merupakan pusat komunitas mereka.

Dari atikel di atas dapat disimpulkan bahwa pajak merupakan salah satu instrumen yang penting untuk memastikan negara bisa beroperasi dengan baik dan melaksanakan pembangunan, terutama dalam menyediakan kepentingan umum. Namun, bukan berarti kebijakan negara untuk memberlakukan pajak mengabaikan aspek-aspek lainnya, termasuk kebebasan ekonomi, kepentingan inovasi dan pengembangan usaha, serta kondisi dan perhitungan bisnis yang dijalankan beragam pelaku usaha.

Sebagai penutup, menghadapi situasi tersebut, penting untuk menentukan tingkat persentase pajak yang ideal, termasuk mekanisme dan penggunaannya, agar dapat mendukung negara menjalankan fungsinya dan melaksanakan pembangunan untuk kepentingan umum, dan pada saat yang sama juga memberikan insentif kebebasan individu untuk bekerja, berkarya, dan berinovasi, termasuk dalam sektor bisnis, apapun skala dan jenis usahanya.

 

*Sumber: https://www.atlasnetwork.org/stories/a-tax-reform-empowering-women. Diakses pada 23 Juni 2022, pukul 14.00 WIB.