Cerita Tentang Kerja Atlas Network dan Mitra Jaringan: Harapan Untuk Favela

222
Sumber gambar: https://www.atlasnetwork.org/stories/a-new-hope

Cerita kali ini mengangkat kerja Atlas Network  dan  mitra jaringannya di Brazil dalam memperjuangkan kebebasan. Galang Taufani, Editor Pelaksana Suara Kebebasan mengangkatnya dari portal Atlas Network* dalam artikel cerita kali ini.

Nova Esperança adalah salah satu dari banyak Favela di Brasil. Orang-orang yang tinggal di sini mandiri, giat, dan mampu, tetapi keadaan hukum mereka menahan mereka untuk benar-benar keluar dari kemiskinan. Favela dibangun di atas tanah pemerintah, dan kurangnya hak kepemilikan bagi mereka yang tinggal di sana berarti pemerintah dapat menggusur keluarga dan menghancurkan rumah mereka. Bersama dengan Students For Liberty Brasil (SFL Brasil), Nycollas Liberato bertujuan untuk mengubah itu.

Nycollas, Direktur Eksekutif SFL Brasil, salah satu organisasi pro-kebebasan terbesar dan paling cepat berkembang di dunia melihat bagaimana penduduk setempat tetap berada dalam kemiskinan karena berada di bawah bayang-bayang institusi negara yang lemah. Mereka bekerja keras dan saling mendukung, terlepas dari situasi mereka yang sering putus asa.

Contohnya adalah Kuka, yang pindah sekitar setahun yang lalu setelah rumahnya hancur diterjang banjir. Kuka adalah pemimpin komunitas di wilayah itu yang bertugas mengorganisir sumbangan untuk mendukung anak-anak. Perempuan lain, Letícia, bekerja dengan putranya, Samuel, untuk membuat dan menjual makanan penutup tradisional Brasil, brigadeiros. Mereka tidak menghasilkan banyak uang, tetapi mereka menabung untuk masa depan.

Bekerja keras untuk hari esok yang lebih baik

Orang-orang seperti Kuka, Letícia, dan Samuel ingin hidup sejahtera, damai, dan lepas dari kemiskinan melalui kecerdikan dan upaya mereka sendiri. SFL Brasil ingin memberdayakan mereka untuk melakukan hal itu. Orang-orang pindah ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih baik, melarikan diri dari situasi yang kejam, atau sebagai akibat dari bencana alam. Tetapi bagi sebagian orang, tinggal di Favela adalah satu-satunya yang mereka mampu. Mereka ingin bertahan hidup dan, pada akhirnya, membangun kehidupan yang lebih baik. Mereka memulai dari bawah, mereka sudah memiliki semangat kewirausahaan yang mereka butuhkan untuk berhasil. Apa yang mereka butuhkan untuk melangkah lebih jauh adalah hak dan institusi yang lebih baik yang mengakui dan melindungi hak-hak mereka. Tanpa pengakuan dan perlindungan itu, mereka akan terus hidup dalam ketakutan karena harus membangun kembali kehidupan mereka berulang kali.

Terjebak dalam siklus yang kejam

Dengan mendiami Favela di tanah milik negara, orang hidup dalam ketakutan akan tersapu dari rumah mereka dan bisnis yang mereka bangun. Ketakutan itu menyebabkan penduduk berinvestasi sedikit dalam aset berwujud, seperti rumah mereka sendiri. Menurut Nycollas, aturan negara mengatur terkait penghancuran properti di wilayah tersebut karena dianggap ilegal. Kasus yang paling nyata adalah ketika Brazil menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2016 dan Piala Dunia 2018. Fakta ini menjelaskan bahwa tanpa hak kepemilikan pribadi, penduduk menghadapi lebih banyak potensi ancaman, kekerasan, dan ketidakpastian, yang menciptakan hambatan signifikan untuk mengejar kemakmuran.

Letícia dan Samuel adalah contoh yang jelas. Mereka berdua bekerja keras untuk masa depan yang lebih baik, tetapi mereka mungkin tiba-tiba kehilangan semua yang telah mereka bangun. Jika pemerintah memutuskan untuk menggunakan kembali tanah yang mereka tempati sekarang, hanya sedikit yang bisa mereka lakukan. Sampai penduduk dapat memiliki hak kepemilikan pribadi mereka dilindungi, kemiskinan akan terus menjadi kenyataan mereka.

Hak milik adalah solusinya

Hak kepemilikan menjadi isu yang sangat penting dalam konsep individu. John Locke menyebutkan bahwa individu oleh alam dikaruniai hak yang melekat atas hidup (hak hidup), kebebasan (hak kebebasan), dan kepemilikan (hak kepemilikan) yang tidak dapat dicabut oleh negara. Locke membingkai hal ini ketika menyampaikan terkait dengan natural rights. Natural rights adalah hak-hak yang tidak bergantung pada hukum atau kebiasaan budaya atau pemerintahan tertentu, dan dengan demikian bersifat universal, fundamental, dan tidak dapat dicabut.  Hak ini bersifat tidak dapat dicabut oleh hukum manusia. Filsuf Inggris abad ke-7 John Locke membahas hal tersebut dalam karyanya, Two Treaties on Civil Goverment (1690), dan dan berpendapat bahwa hak-hak dasar seperti itu tidak dapat diabaikan dalam kontrak sosial sebuah negara.

Nycollas dan SFL Brasil ingin mengubah dinamika di Favela. Ketika hak-hak diakui dan dilindungi, perkembangan manusia akhirnya dapat terjadi. Terlepas dari tantangan bekerja di daerah dengan tingkat kejahatan yang tinggi, SFL Brasil berdedikasi untuk meningkatkan kehidupan penduduknya dengan mempromosikan hak kepemilikan pribadi. Mereka bekerja secara langsung dengan orang-orang yang tinggal di sana untuk menunjukkan bagaimana institusi yang lebih baik dapat mengubah kehidupan mereka. Dengan bekerja bersama para pemimpin seperti Kuka, atau pengusaha seperti Letícia dan Samuel, SFL Brasil mampu memahami kehidupan dan kebutuhan masyarakat—dan merespons dengan solusi yang melampaui bantuan materi sederhana yang telah menjadi ciri sebagian besar program bantuan Atlas Network.

Atlas Network telah mendukung SFL Brasil sejak awal melalui dana hibah, pelatihan, dan banyak lagi. Hanya dalam enam tahun, SFL Brasil telah berkembang menjadi organisasi yang menginspirasi yang telah mencapai dampak yang luar biasa dan akan melangkah lebih jauh lagi. Mereka telah mendidik ribuan pembuat kebijakan, mahasiswa, dan masyarakat tentang nilai kebebasan melalui sejumlah acara di seluruh Brasil, dan bahkan mengilhami sekelompok legislator lintas partai untuk berjanji menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi para pengusaha. Sekarang, mereka bekerja dengan cabang SFL yang berbasis di AS untuk menghasilkan proyek film yang mendalam dan buku pendamping untuk menyoroti tantangan yang dihadapi orang-orang di Favela dan menunjukkan bagaimana hak kepemilikan dapat membantu meringankan banyak dari tantangan tersebut. Begitu pengakuan penuh atas hak kepemilikan tercapai, orang-orang Brasil akan memiliki satu hambatan yang berkurang untuk perkembangan manusia.

Dari pengalaman SFL Brasil di Favela tersebut, bisa disimpulkan bahwa dorongan terkait hak kepemilikan yang memastikan proses perlindungan individu harus dijamin oleh negara. Tanpa ada jaminan tersebut, maka tidak ada kepastian yang akan dimiliki di Favela. Kolaborasi  untuk melakukan menyebarkan dan mempromosikan ide-ide tentang kebebasan dan memberikan pemahaman kemprehensif secara luas mengenai hal itu akan berdampak positif pada wacana publik dan proses kebijakan.

Sumber artikel: https://www.atlasnetwork.org/stories/a-new-hope, diakses pada 24 Februari 2022, pukul 12.30 WIB.