Cerita dari Liberty Talks: Perdagangan Internasional 101

412

Perdagangan Internasional saat ini merupakan salah satu pilar penting dari perekonomian global. Perdagangan antar negara merupakan sesuatu yang hampir mustahil untuk dihilangkan di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat di abad ke-21.

Tetapi, perdagangan internasional juga merupakan isu yang cukup sensitif di banyak negara, termasuk juga di Indonesia. Tidak sedikit pihak-pihak yang memiliki pandangan bahwa perdagangan internasional merupakan sesuatu yang harus kita batasi seminim mungkin hingga dihindari, karena menganggap praktik tersebut akan mengancam kedaulatan dan membahayakan ekonomi nasional.

Lantas, bagaimana sejarah praktik perdagangan internasional antar negara di masa lalu? Apakah perdagangan internasional merupakan sesuatu yang merugikan atau menguntungkan? Serta, apakah dampak yang akan dialami oleh negara kita bila kita menerapkan kebijakan isolasionis dan berhenti untuk melakukan perdagangan dengan negara lain?

Untuk membahas topik tersebut, pada hari Senin, 22 November 2021 lalu, Suara Kebebasan membahas menyelenggarakan diskusi Liberty Talks melalui Instagram Live yang berjudul “Perdagangan Internasional 101”. Diskusi ini menghadirkan Peneliti muda Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Arum Murwani.

Di awal presentasinya, Arum menyampaikan mengenai sejarah perdagangan internasional. Perdagangan internasional sendiri merupakan sesuatu yang sudah terjadi dan dilakukan oleh umat manusia dalam waktu yang sangat lama. Perdagangan internasional merupakan hal yang memiliki sejarah panjang.

Sudah selama ribuan tahun, bangsa-bangsa saling berdagang dan bertukar barang dan jasa satu sama lain. Perdagangan ini bukan hanya menyediakan berbagai barang-barang dan jasa baru, tetapi juga memungkinkan adanya pertukaran ide, gagasan, dan budaya dari satu daerah ke daerah lainnya.

Tetapi, definisi batas-batas negara di masa lalu tentu sangat berbeda dengan batas-batas negara yang ada saat ini. Dengan adanya perubahan definisi dan juga batas-batas negara tersebut, tentu kegiatan yang dikategorikan sebagai perdagangan internasional juga berubah dari masa ke masa.

Arum memberi contoh misalnya, di masa lalu, perdagangan antar pulau bisa dikategorikan sebagai perdagangan internasional karena setiap pulau merupakan kerajaan-kerajaan tersendiri. Sementara, saat ini, dengan lahirnya negara modern dan berubahnya batas-batas negara, tentu kategori perdagangan tersebut akan berubah bila pulau-pulau tersebut kini menjadi satu negara.

Selanjutnya, Arum juga menjelaskan mengenai manfaat perdagangan internasional. Salah satu manfaat perdagangan internasional, khususnya untuk negara yang sangat besar seperti Indonesia, adalah kita bisa mendapatkan berbagai produk-produk yang sangat variatif. Indonesia merupakan negara yang sangat beragam dengan jumlah penduduk yang sangat besar, yang tentunya memiliki keinginan dan selera yang berbeda-beda pula dan tidak bisa disamakan.

Selain itu, pandangan bahwa perdagangan internasional, khususnya impor, niscaya merupakan sesuatu yang sangat merugikan adalah pandangan yang sangat keliru. Justru, melalui impor, kita bisa memproduksi berbagai produk nasional yang sangat membanggakan bangsa.

Misalnya, mie instan yang banyak dikonsumsi oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Mie instan sendiri merupakan bahan pangan yang berbahan dasar dari gandum, dan untuk mendapatkan gandum, kita harus mengimpor bahan tersebut dari luar negeri. Tetapi, justru melalui impor tersebut kita bisa memproduksi produk-produk yang telah mengharumkan nama bangsa.

Justru, ketika kita menutup perdagangan internasional dengan negara lain, atas nama jargon’jargon “berdikari”, kebijakan tersebut merupakan sesuatu yang sangat berbahaya. Hal ini dikarenakan salah satu sebabnya adalah jumlah ketersediaan produk tersebut di pasar menjadi semakin sedikit, yang membuat harga barang tersebut menjadi naik.

Hal ini akan semakin berbahaya bila produk tersebut merupakan komoditas yang sangat primer dan penting, seperti produk-produk pangan misalnya. Komoditas pangan, seperti beras, cabai, dan daging, merupakan komoditas yang sangat esensial bagi jutaan masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Bila harga berbagai komoditas tersebut melonjak, maka yang paling dirugikan tentu adalah saudara-saudara kita yang kurang mampu.

Tetapi, di sisi lain, Arum juga menyampaikan bahwa, kita juga jangan sampai menghakimi dan bersikap judgemental terhadap mereka yang memiliki posisi tidak setuju dengan perdagangan internasional, khususnya impor. Memang, perdagangan internasional merupakan hal yang sangat positif dan jangan sampai kita menutup negara kita dari berdagang dengan negara lain. Tetapi, kita juga tidak bisa menafikkan bahwa melalui perdagangan internasional, ada pihak juga yang akan dirugikan, terutama para produsen yang tidak memiliki efisiensi sebaik produsen di luar negeri dalam memproduksi produk-produknya.

Hal ini tentu patut menjadi concern dari pemerintah terkait dengan kebijakan perdagangan. Namun, menutup perdagangan bukanlah solusi yang tepat untuk hal tersebut. Salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk membantu produsen dalam negeri yang kalah bersaing adalah melalui pengadaan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka, agar mampu bersaing.

Selain itu, Arum juga menjelaskan bahwa, Indonesia memiliki banyak produk dan komoditas unggulan, yang sebenarnya sangat baik bila kita mampu mengoptimalkannya. Hal ini tentu akan jauh lebih menguntungkan dan mendatangkan manfaat yang lebih besar dibandingkan bila kita menggunakan dana tersebut untuk membiayai sektor atau komoditas kita yang relatif tidak unggul bila dibandingkan dengan negara lain.

Salah satu dari komoditas unggulan yang kita miliki adalah produk-produk unggas, seperti ayam misalnya. Selain itu, ayam merupakan sumber pangan yang mengandung protein tinggi, yang sangat kita butuhkan, dan juga produk-produk unggas tidak membutuhkan lahan yang sangat besar, seperti komoditas sapi misalnya.

Sebagai penutup, perdagangan internasional merupakan hal yang sangat penting dan akan sangat berbahaya bila ditutup. Tanpa adanya perdagangan internasional, maka perekonomian akans angat sulit untuk berkembang, dan justru masyarakat menengah ke bawah yang akan menjadi pihak yang paling dirugikan.